aku adalah aku

Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya

Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat ?

Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh,
kau hancurkan Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempunyai rasa

Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karna ku mencintai
Bukan,aku yang di cintai

Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan merasakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku

Suatu saat kau akan tau
Arti cintaku sebenarnya..

Published in: on Desember 6, 2009 at 4:34 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

air mata cinta

aku teteskan buih kejernihan dari kedua mataku.
mengalir lembut ketepian raut senduku.
apa ini?
ini bukan airmata,
tapi ini derita.
meneteskan lara,
dan membekaskan goresan luka didasar hatiku yang paling dalam.
bukan cinta saat ia mencoba tersenyum teduh menatap jauh kedalam mataku,
tapi lebih nampak seperti kekaguman akan besarnya cintaku.
bukan cinta saat ia menangis,
berlutut mengharapku ada disisinya,
tapi lebih nampak seperti penyesalan karna telah membuatku terluka.
tak pernah aku hidup dihatinya sebagai nyawa yang dicintai.
baginya aku hanyalah sehembus angin yang datang dan kan pergi begitu saja.
mungkin airmata ini tidak akan pernah mengering.
membekaskan sayatan yang semakin hari kan menyiksa.
tapi aku selalu berharap,
airmata ini kan selalu menjadi doa yang mengiringi setiap langkahnya,
dimanapun dia berada.
sampai ia sadar bahwa airmata yang ia injak-injak selama ini, begitu berharga.
dan aku akan melihat dia mencintaiku,
nanti.
hingga akhirnya,
dia menyadari bahwa aku telah tiada.

Published in: on Desember 5, 2009 at 3:32 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

tertunduk

sepenggal catatan dalam ingatan
sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan
tertunduk…dukanya tak terukur…

memahami sedih di hati
namun yang ada hanya kagum dalam sesaknya dada
benarkah dia milik ku,,,?? tertunduk.
kristal itu lepas mengalir di pipi
menangis tanpa nada
ku tatap paras sendunya
“ia” sangat berduka…

coba mengerti galau”nya”,
tak dapat kulakukan diantara iba dan ragu
benarkah dia milik ku,…tertunduk
benarkah dia hanya milik ku….??????

Published in: on Desember 5, 2009 at 3:16 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.